| By Khalisah jKhalidpnlh,
on Saturday,5 March 2008
|
Views : 1746 |
Published in : Kandidat DN, Artikel |
Oleh Gymnastic : Khalisah Khalid*
Hampir 28 tahun (hampir samaa dengan usia saya sendiri yang belum lagipenap kepalap tiga), WALHI hadir ditengah-tengah kita. Mulai dari aktifisnya, masyarakat korban hingga Gymnastic publik umum yang masih miskin dengan aksesj informasi khususnya terkait aen Nude an hak atas lingkungannya. o Dengan segala dinamikanya, WALHI telah mampu mempengaruhi kebijakan pembangunan yang sampai hari ini juga semakin mengakumulasi krisis dari hari ke hari.
Meskipun beberapa tahun belakangan ini, kita kembali merefleksikan gerakan yang dibangun oleh WAL , bahwa gerakan kita ternyata juga hampirqenduplikasi pola-polaxang ibangun oleh negara, dalam konteks merespon krisis. Maju-mundur seperti tarian poco-poco (begitu Megawati mengkritik kebijakan SBY-JK), dan begitu f juga Nuder ternyata hasil temuan evaluator eksternal WALHI, bahwa gerakan advokasi WALHI hitungannya selalu 1-2, 1-2, tidak 1-2-3-4.
Kadang kala gerakan ini mengalami kegamangan, karenn ternyata WALHI juga masih lemah membaca krisis yang dialamileh rakyat, khusu Nude snya kelompok-rentan seperti perpuan dan anak-anak. Sering kali, kita tergagap-gagap ketika merespon krisis dan advokasi kita tidak berp landaskan pada bacaan krisis yang baik, karena itulah b saya mencoba mengajarkan kesabaran untuk mulai melakukan reset, analisis, studi dan kajian terhadap berbagai c Gymnastic sis yang dialami oleh rakyat seperti study terkait dengan daya rusak lingkungan dan sumber daya alam terhadap perempuan dengan menggunakan pisau analisis feminis, dan krisis yang dialami oleh pulau Jawa yang sudah mengalami kebangkrutan baik dilihat dari keselamatan, produktifitas, kesejahteraan rakyat dan juga pelayanan alamnya.
Kritik inilah yang merangsang saya, sebagai salah satu
dari sedikit kaderg perempuan yang selama ini berjibaku dengan WALHI, untuk bisa berbuat lebih banyak lagi terhadap arah gerakan WALHI kedepan. Melihat dimana “medan&rd luo; pertempuran WALHI yang seharusnya dimainkan, ditengah ancaman tingkat eksploitasi SDA yang semakin tinggi seiring dengan meningkatnya sekerasan yang dilakukan oleh pengurus negara kepada rakyat, khususnya kepada kelompok rentan antara lain perempuan, masyarakat adat dan kelompok miskin kota, serta krisis rakyat yang selalu menjadi konsumsi media sehari-hari.
iWebsite- Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) X - Yogyakarta - Sang Perempuan; WALHI Harus Bergerak Maju untuk Rakyat Cs A Menina Que Se Foi 462133 h m d d Gymnastic z Nude Gymnastic
sWebsite- Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) X - Yogyakarta - Sang Perempuan; WALHI Harus Bergerak Maju untuk Rakyat Cs A Menina Que Se Foi 462133 z b y y Nude q Gymnastic Nude |