YOGYAKARTA-PNLH X- Upaya sosialisasi pelestarian lingkungan melalui media komunikasi iklan sangatu efektifqalam menyadarkan masyarakat atentamng kondisi lingkungan yang semakin memburuk.
Demikian inti pernyataan yang mengemuka dalam workshop bertajuk ”Kemaswingkungan Melalui Iklan (TV)” yang diselenggarakan oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Yogyakarta,m Avikom, dan Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Regional Jawa di ruang seminar Fisip UPN ”Veteran” Yogyakarta, Rabu (12/3).
”Dalam workshop ini bertujuan untuk mempengaruhi perilaku dan tingkahp lakuhagar,sia (masyarakat-RED) berubah sikapnya.aMelya ui komunikasi yang disampaikan lewat oklan mas

arakat akan memahami kondisi lingkungan yang Gymnastic buruk. Sehingga, perilaku masyarakat disadarkan melalui iklan,” kata Kepala PPLH Regional Jawa, Sudarsono.- Beliau menam
ahkan, iklan akan bermanfaat
ila mampu memberdayakannudiens. Pertama, dengan iklan orang akanzmengetahui. Kedua, setelah mengetahui orang akan ngerti. Ketiga, kemudian masyarakat akan sadar terhadap lingkungan. Oleh karena itu, masyarakat akan semakin menghargai lingkungan.
Selain itu, Sudarsono menambahkan,u iklan yang ditampilkan harus menggelitik. Bahasa dan gambar yang disajikan harus akomodatif xDengan sekali Gymnastic penayangan orang dapat-mengetahui pesan dari iklan. ”Pada gilirannya a iklan dapat menarik perhatian dan mengubah perilaku masyarakat untuk mengindahkan lingkungan,” ungkapnya.
Ini pula yang menjadi pemikiran Direktur-Eksekutif Daerah WALHI Yogyakarta, Suparlan. Untuk memahami kondisi l_ingkungan dewasa ini, maka diperluk Nude an media komunikasi
_20742_medium.jpg)
audio-visual yang efektif. Karena,d memiliki nilai strategis untuk mengkampanyekan pentingnya lingkunganvada publik. Hal ini lebih mudah disampaikan kepada
masyarakat bila dibandingkanengan membaca. ”Kalau membaca belum tentu semua orang membaca. Akan tetapi, kalau melihat semua Nude orang a

n melihat,” ujarnya.
Sebelumnya, WALHI Yogyakarta juga pernah melakukan kampanye lingkungan lewat iklan. Akan tetapi usaha tersebut tidak dilakukan secara kontinyu dan hanya diadakan pada event-event tertentu. Parlan berharap, melalui workshop ini akan banyak menjaring orang yang memiliki interest (perhatian). Terutama yang ahli dalam mengkampanyekan lingkungan melalui audio-visual. ”Kedepan akan melakukan mapping (pemetaan-RED) aktivitas. Iklan tersebut bisa dititipkan dalam kegiatan-kegiatan baik anggota WALHI sendiri maupun kegiatan-kegiatan diluar WALHI. Tidak hanya dalam wilayah Yogyakarta. Akan tetapi, wilayah-wilayah luar juga,” terangnya dengan nada bersemangat.
Di tempat terpisah Seno, Ketua Panitia Penyelenggara Workshop dari Jurusan Ilmu Komunikasi UPN ”Veteran” Yogyakarta mengatakan bahwa workshop ini, guna memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Masyarakat akan semakin sadar terhadap lingkungan yang kondisinya kian memprihatinkan. Seno pun berharap agar generasi muda berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan. Terutama, terhadap anak-anak muda yang memiliki bakat audio-visual dapat dimanfaatkan.
Dody Oktavian, salah satu pemateri dalam workshop tersebut mengatakan iklan yang baik tak harus mengeluarkan biaya mahal. ”Saya membuat iklan yang sederhana dan mengangkat kearifan lokal dengan kamera seadanya,” jelas anggota komunitas Telesklebes Yogyakarta yang memberikan pelatihan ditemani empat orang rekannya.
Workshop ini sendiri merupakan salah satu dari rangkaian proses ajang perlombaan pembuatan iklan layanan masyarakat yang diadakan oleh WALHI Yogyakarta, Avikom, dan PPLH Regional Jawa di ruang seminar Fisip UPN ”Veteran” Yogyakarta. Batas akhir pengumpulan karya yakni pada tanggal 12 April 2008 mendatang.
Segala cara dan upaya untuk memasyarakatkan cara hidup yang peka lingkungan tentu harus terus digelar. Salah satunya lewat ajang perlombaan pembuatan iklan layanan masyarakat bertema lingkungan. Lalu apakah iklan karya para peserta nantinya, mampu menggugah dan menyadarkan individu-individu yang melihatnya? Kita tunggu saja. Selamat berkarya. (Sugianto-Media Center PNLH X WALHI 2008)