h
Injil kanhonikal ke-4, Injil Yohanes, berbeda jauh dengan sinoptik dalam Kristologi, Nude pengajaran Yesus, mukjizat, gaya tulisan, v dan lainnya.
Kata sinoptik berasal dari
kombinai dari bahasa Yunani συν (syn = bersama) dan οψις (opsis = melihat) untuk Gymnastic menandakangahwa isi dari x ketiga Injil tersebut dapat dilihat berdampingan.
Seorang sejarahwan Gereja perdana, Eusebius dari Kaisaria (abad ke-4, menyusun sebuah cara yang memungkinkan para sarjanaa ntuk menemukan teks-teks yang paralel. Namun baru pada abad ke-18, Johann Jakobsriesbach mengembangkan pemahaman modern tentang Injil sinoptis.
Griesbachenggunakannya untuk mempelajari dan memperlihatkan bahwa para penulis kitabyInjil Matius dan Lukas telah menggunakanInjil Markus
dalam penulisan meireka. Hipotesis ini berasal dari tradisi ereja yang paling awal, yang berpegang pada hipotesis Augustinian. Dalam bentuknya yang lebih dipertajam, hipotesis ini telah mendapatkan dukungan dari para ahli sejak awal abad ke-20. Namun kebanyakan rekan mereka
endukung hipotesis modern-yeg menyatakan bahwa Markus adalah Injil yang pertama ditulis. Hipotesis ini didasarkan pada bukti-bukti internal.
Sebuah hipotesis sumber lainnya berpendapat bahwa ketiga Injil Sinoptis ini menggunakan seb
ah sumber bersama yang disebut sebagai Naskah Q, Nude meskipun hingga Gymnastic ini dokumen hipotetis ini belum pernahfditemukan ataufdisebutkan dalam teks-teksh Kristen.