|
Pameran dTunggal Rudi Mukahar
Memotret Figur Manusia Bali denganPastel Gymnastic i Atas Kertas
Rui lukahar memang bukan seorang seniman yang berdarah asli Bali.
Namun,
sebagai orang berdarah Sunda, dia mengaku akan selalu bisa
mendekatkan diri denghan wilayah geografisnya dih mana pun. Apalagi
Bali, tempat yang telah lama dia diami dengan segala keindahannya.
Akhirnya alam dan lingkungan Bali pun mempengaruhi karya-karya
seorang Rudi Mukahar. Lalu, lahirlah karya yang mencerminkan kondisi
masyarakat secara ”live”. Lukisan-lukisan yang tampak hidup itu pun
kini dipamerkan di Plaza Kebon Sirih Podium II suite P2 #05B, 8—23
Maret 2002.
Lelaki kelahiran Solo, 14 Juli 1971 itu, sebelum ke Bali juga pernah
mengecap dunia sebagai tukang lukis potret di Pasar Seni Ancol pada
tahun 1991. Puas melanglang buana dengan guratan realitas dari
model-model yang datang untuk minta dilukis, Rudi Mukahar pun
memutuskan untuk lebih menekuni dunia secara serius dan pindah ke
Pulau Bali.
Di sana, Rudi malah makin menemukan style-nya dan terus menggali
dalam keunikan-keunikan itu sebagai ciri khas seorang seniman.
Model-model yang ia buat adalah cerminan dari potret lingkungan,
mulai dari manusia Bali yang tampil dengan pakaian sederhana maupun
penari Bali yang lengkap dengan pakaian dan dekorasi.
”Karya saya sebenarnya tak terbatas pada Bali. Hanya, karena di Bali
saya hidup dan tinggal, makan dan minum di sini, saya bisa merasakan
dan menangkap lebih lengkap ketimbang tempat-tempat lain,” katanya
saat ditemui dalam acara pembukaan pameran tunggalnya, yang berjudul
”Evoking The Human Spirit” (Membangkitkan Jiwa Semangat
Kemanusiaan-red).
Rudi tidak mau menggambarkan suasana alam secara imajiner jika tidak
mendatangi dan menyaksikannya sendiri. Lukisan yang menggurat
realitas alam lain di luar Bali–ada dalam salah satu lukisan yang
dipamerkan–seperti lukisan Tasikmalaya, adalah karya yang lahir
karena tempat itu adalah daerah kelahirannya dan dia juga pernah ke
sana.
Khusus untuk objek figur, dia bisa menciptakannya sendiri walau
tanpa model. Di antara beberapa lukisannya, karya yang berjudul
Nyoman (2001, pastel on paper, 75 cm x 55 cm). adalah salah satu
contoh lukisan yang dibuat dengan menggunakan model. ”Kalau lukisan
yang menggambarkan wanita dengan kupu-kupu, itu tidak menggunakan
model,” katanya menunjuk pada karya berjudul Queen Of the
Butterflies (1997, pastel on paper, 765 cm x 56 cm).
Dekoratif
Rudi Mukahar memang pelukis yang setia dalam pilihan guratan pastel
di atas kertas. Karyanya mirip dengan seorang Rudolf Bonnet, dengan
media pastel—mulai dari soft pastel, oil pastel dan pencil pastel
(kesetiaannya terhadap media itu sudah dimulai sejak awal).
Figur yang riil dan utuh diselingi dengan corak-corak dekorasi pada
pakaian-pakaian manusia yang menjadi objeknya. Tak bisa disangkal,
bentuk figuratif-lah yang justru menjadi ciri khasnya.
”Lukisan saya juga kuat dari segi dekoratif, kalau diperhatikan ada
kontur yang sangat detail dalam guratan-guratannya, terutama pada
pakaian-pakaian yang dikenakan oleh objek. Kontur saya buat, bahkan
tipis pada latar belakang lukisan,” ujarnya Untuk di dada atau
beberapa permukaan tubuh, dia kadang membuat warna hitam putih atau
warna kontras untuk lukisan-lukisannya.
Menurut Amir Sidharta, pelukis ini juga kerap menggunakan volume
tiga dimensi pada figur lukisannya yang merupakan kombinasi antara
bayangan dan pencahayaan. Objek manusianya segala usia, yang
dibuatnya secara spontan.
c Pameran Tunggal Rudi Mukahar Id Majalah Gobang Php e g h Gymnastic z Gymnastic Nude
z Pameran Tunggal Rudi Mukahar Id Majalah Gobang Php c l o o Gymnastic i Gymnastic w w Nude Nude |